Rabu, 21 Mei 2008

Bagaimana menampilkan kembali icon "Show Desktop" yg hilang

Apakah anda pernah mengalami kejadian, icon Show Desktop di taskbar windows xp / windows 95/98/Me hilang ? Nah ikuti langkah-langkah berikut untuk mengembalikannya :

  1. Buka Notepad (Klik Start -> All Programs -> Accessories -> Notepad)2. Lalu copy - paste teks dibawah ini di notepad :
    [Shell]
    Command=2
    IconFile=explorer.exe,3
    [Taskbar]
    Command=ToggleDesktop

  2. Save file (klik File->Save, lalu pilih All Files pada option Save as type) dengan nama Show Desktop.scf di desktop anda

  3. Pindahkan file ini pada taskbar sesuai dengan lokasi sebelumnya (biasanya disebelah tombol Start ya :) ) Ok sekarang icon Show Desktop nya dah ada lagi deh hehehe :)
sumber : http://support.microsoft.com/kb/190355


Senin, 07 April 2008

Tertawalah 10 menit sehari

Bisakah kalian mengupayakan untuk tertawa paling tidak 10 menit sehari? Demikian usul Norman Cousins, seorang psikolog kesehatan, mengutip studi seorang filsuf yang menempatkan humor dalam dunia pengobatan. Cousins pernah mencoba menyembuhkan penderitaan pasien dengan cara kontroversial. Bukan dengan obat-obatan, melainkan dengan resep tertawa dan memupuk semangat hidup. Ternyata saran itu tidak hanya mengurangi rasa sakit yang menyiksa, tubuh pasien pun menjadi lebih sehat.

Melihat hasil terapinya, Cousins semakin yakin, tertawa bisa memperpanjang umur dan ikut membantu menyembuhkan penyakit. Walaupun hasil penelitian itu belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Makin banyak tertawa, makin senang, dan tertawa dapat membuat kita berumur panjang. Pepatah Tiongkok menyatakan, “Ie dien san siauw, Sie Bhe Liao (satu hari dapat tertawa tiga kali, tak akan mati muda)”.

TERTAWA ITU BIKIN KEBAL

Kita sebagai manusia biasa tentu tidak bisa lepas dari tawa dan humor. Banyak parodi dan kekeliruan di muka bumi ini yang laik dihumorkan. Bahkan, perjalanan hidup anda yang getir sekalipun cukup buat bahan tertawa. Tawa getir tentunya. Maka terbitlah: mati ketawa cara Rusia, mati ketawa ala Soeharto, atau humor sufi. Semua menjadi saluran kegetiran hidup yang dirasa mampat.

Terlepas apakah sebuah humor itu getir atau manis, rupanya suatu tawa mampu meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Satu penelitian menyebutkan suara tawa dapat meningkatkan sistem kekebalan hingga 40 persen.

Karenanya, para ahli yang terlibat dalam penelitian itu berkeyakinan, saat ini para profesional kesehatan sebaiknya memandang serius humor sebagai sebuah terapi.

Penelitian di Universitas Indiana State, Amerika Serikat, mengambil sampel 33 wanita sehat. Setengah dari mereka menonton film komedi. Setengahnya lagi menonton film wisata. Ketika film berakhir, para peneliti mengambil sampel sel kekebalan mereka yang diketahui sebagai sel pembunuh alami dan mencampurkannya dengan sel kanker. Tujuannya, melihat bagaimana efektivitas penyakit menyerang tubuh mereka.

Ditemukan: Wanita yang terpingkal-pingkal oleh adegan film komedi ternyata memiliki sistem kekebalan lebih sehat daripada mereka yang menonton film wisata.

Dr. Mary Bennet, kepala penelitian itu, menerangkan ini akan menjadi penting secara klinis. Penggunaan humor guna merangsang tertawa dapat menjadi terapi efektif buat menurunkan stres dan memperbaiki aktifitas sel pembunuh alami.

Sampai-sampai, di Amerika Serikat, workshop humor telah dipasarkan bagi penyembuhan dan menurunkan stres. (pals yang di amrik… apa betul tuh? gimana cara kerjanya yach?)

Lalu apa guna tertawa, humor dan senyum simpul?
Berikut sedikit diantara sejumlah manfaat yang bisa diperoleh:

Sedikit Otot. Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih dan pesimistis. Dari segi fungsi otot pun berbeda. Kalau orang tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya, kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit daripada kelompok penderita stres.

Buka Ventilasi. Tertawa merupakan harmonisasi gerak dari 15 otot wajah yang dapat ikut menghambat proses pengerutan wajah pada usia uzur. Juga memberikan latihan ringan bagi tubuh, karena otot dilatih berdenyut di atas rata-rata, khususnya otot muka. Tertawa kuat tentu menggunakan otot yang lebih besar, sehingga dapat diibaratkan membuka ventilasi jendela ruangan.

Bebas Bernafas. Mereka yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernafas. Sebab, tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya oksigen dalam darah serta membersihkan bagian respirasi atau alat pernafasan.

Hadang Infeksi. Selama tertawa, dikatakan juga, antibodi tubuh serta sel darah putih aktif menghadang infeksi, sedangkan hormon mampu meningkatkan kesiagaan dan fungsi memori.

Hilangkan Stres. Tertawa diyakini mampu menghilangkan rasa cemas, bingung, sedih, dan gelisah. Stres pun dapat ditanggulangi. Tak ada salahnya bila setiap rumah sakit menerapkan program humor. Tentu tanpa harus mengabaikan prosedur standar medis. Terapi penyakit jantung dan kanker pun, menurut penelitian terakhir, bisa dibantu dengan mengusahakan agar pasien mau tertawa lebar untuk membantu penyembuhan.

Sumber: http://yulian.firdaus.or.id/2003/10/15/tertawalah-10-menit-sehari/

Kamis, 13 Maret 2008

Panduan Praktis untuk mencetak Hasil Foto Kamera Digital

Kamera digital (Kamdig) sudah tidak asing lagi kalangan masyarakat kita, tentunya juga dikalangan pegawai Trakindo Group, selama ini sudah banyak yang mencetak foto dari Kamdig dan juga cuci cetak film, kali ini akan di jelaskan cara membaca Mega Pixel yg terdapat di Kamdig kita, untuk cuci cetak film tidak akan di bahas disini.

Ukuran Resolusi Kamdig yaitu 1280x960 (1 MegaPixel), 1600x1200 (2 MP ), 3MP maupun 4MP dan lain lain itu adalah jumlah titik titik yang ada dalam foto tersebut. Contoh foto dengan resolusi 1280x960 berarti ada 1280 titik di horizontal dan 960 titik di vertikal. Densitas foto memiliki resolusi cetak x dan y adalah 72dpi, 180dpi, maupun 300dpi, ini dapat dilihat pada EXIF Kamdig anda, itu menandakan tingkat kerapatan dari titik - titik tersebut dalam suatu satuan ukuran inch (dpi=dot per inch). Misalnya kita selama ini mendengar ada printer berkemampuan cetak dengan densitas 300dpi, 600dpi, 1200dpi, maupun 4800dpi. Contoh printer dengan kemampuan densitas 4800dpi itu berarti bisa mencetak sebanyak 4800 titik sepanjang garis 1 inch (2,54cm), begitu juga dengan printer berkemampuan densitas 300dpi berarti hanya bisa mencetak 300 titik sepanjang garis 1 inch (2,54cm).

Pada umumnya mesin cetak foto berkemampuan densitas 300dpi, sehingga setiap mau cetak saya selalu setting Foto saya di 300dpi baik cetak di laboratorium foto maupun printer di rumah.
Jika kita kesulitan dalam merubah Densitas menggunakan aplikasi aplikasi spt Photoshop, ACD see, Image Studio dan lain lain jangan khawatir di laboratorium foto yang agak besar biasanya memberikan bantuan untuk mengedit foto kita, kita tinggal bilang untuk di rubah densitasnya menjadi 300dpi.

Berikut daftar ukuran kertas foto yang biasanya dipakai di laboratorium foto :
2R = 6 x 9 cm
3R = 8,9 x 12,7 cm
4R = 10,2 x 15,2 cm
5R = 12,7 x 17,8 cm
6R = 15,2 x 20,3 cm
8R = 20,3 x 25,4 cm
8R Plus = 20,3 x 30,5 cm
10R = 25,4 x 30,5 cm
10R Plus = 25,4 x 38,1 cm

Kita akan mengambil contoh salah satu ukuran yang biasa dipakai yaitu 4R dalam hal ini, yaitu : 10,2x15,2cm
(10,2cm : 2,54) x 300dpi = 1204 titik atau pixel
(15,2cm : 2,54) x 300dpi = 1795 titik atau pixel.

Dengan ini berarti kita mengetahui bahwa resolusi minimum yang dibutuhkan untuk mencetak 4R adalah 1795 x 1204 pixel.

Dalam hal ini berarti boleh dikatakan bahwa resolusi kamera digital yang mendekati ukuran tersebut mungkin adalah 2MP yaitu 1600x1200. Tetapi harus diingat bahwa adanya perbedaan rasio panjang lebar antara file kamera digital (4:3) dengan standar kertas foto (3:2) itu biasanya berakibat terjadinya cropping (pemotongan) pada samping2 foto karena laboratorium foto itu biasanya melakukan sedikit peregangan secara otomatis pada file – file yang bersangkutan, misalnya foto dengan resolusi 1600x1200 akan diperbesar menjadi 1795x1346 untuk memenuhi ukuran frame minimal dari 4R untuk kemudian dicropping lagi sehingga bagian yang tercetak itu tetap beresolusi 1795x1204.

Ada beberapa kasus dimana ada yang berhasil melakukan pencetakan dengan ukuran 8R hanya dengan kamera 2MP ataupun juga mungkin bisa 10R. Dalam hal ini kita harus melihat lagi beberapa hal yaitu :

Kompleksitas dari gambar yang diambil, misalnya gambar - gambar dokumentasi orang tentunya jauh berbeda tingkat detailnya dibandingkan dengan gambar pemandangan alam misalnya pada waktu sunrise). Dalam hal ini gambar orang biasanya lebih mudah untuk diperbesar dibandingkan dengan gambar pemandangan alam) Tingkat kompresi dari gambar yang dipakai (dengan ACDSee biasanya terlihat dengan click kanan properties, bagian file, di compression ratio). Biasanya file - file yang berpotensi dan bisa dicetak jauh lebih besar dari ukuran yang direkomendasikan itu file - file dengan tingkat kompresi antara 5 - 10. Lebih dari itu, biasanya sulit sekali untuk meningkatkan ukuran gambar. Ada beberapa kamera yang menyediakan mode RAW dan juga mode TIFF pada hasil akhir gambar yang ditangkap, dalam hal RAW file dan TIFF file itu tidak terdapat kompresi sama sekali sehingga sangat dimungkinkan untuk melakukan resize ulang untuk melakukan cetak pada ukuran lebih besar.

Di bawah ini saya buatkan daftar acuan praktis untuk pencetakan foto yang diinginkan beserta resolusi yang dibutuhkan.
3R = 8,9 x 12,7cm @300 dpi = 1051x1500 pixel
4R = 10,2 x 15,2cm @300 dpi = 1205x1795 pixel
5R = 12,7 x 17,8cm @300 dpi = 1500x2102 pixel
6R = 15,2 x 21,6cm @300 dpi = 1795x2551 pixel
8R = 20,3 x 25,4cm @300 dpi = 2398x3000 pixel
8R Plus = 20,3 x 30,5cm @300 dpi = 2398x3602 pixel
10R = 25,4 x 30,5cm @300 dpi = 3000x3602 pixel
10R Plus = 25,4 x 38,1cm @300 dpi = 3000 x 4500 pixel.

Informasi diatas Dikutip dari berbagai tempat cetak, internet dan pengalaman pribadi.
Thanks.

Sumber : Oos Depok

Rabu, 12 Maret 2008

Sinusitis, Bukan Sekadar Hidung Mampat

SAKIT kepala dan cairan yang keluar terus-menerus dari hidung merupakan dua gejala yang biasa terjadi ketika seseorang menderita influenza. Namun, jika gejala tersebut tidak kunjung sembuh, bahkan cairan rongga hidung sudah berubah tidak lagi bening dan encer tetapi menjadi kuning, hijau, bahkan kental, ini indikasi saatnya Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Gejala tersebut bukan saja menunjukan flu yang bertambah parah, tapi ada kemungkinan Anda menderita sinusitis.

"Kalau sering pilek, pusing di sekitar alis, demam, tidak bisa membaui, serta cairan berwarna kuning sampai hijau dari hidung mengalir ke belakang tenggorokan, maka harus diwaspadai seseorang terkena sinusitis. Warna lendir merupakan petanda telah terjadi infeksi," ujar Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Widayat Alviandi, SpTHT, beberapa waktu lalu di Jakarta. Bahkan bila seseorang mulai merasakan nyeri di sekitar rongga hidung, menurutnya, itu merupakan salah satu pertanda sinusitis sudah berada pada tahap akut.

Sinusitis adalah radang selaput dinding atau mukosa sinus, yaitu radang yang terjadi pada ruangan-ruangan dalam tulang wajah atau muka di sekitar hidung. Kejadian sinusitis dimulai dengan membengkaknya dinding dan lubang sinus, mukosa saling mendekat, sehingga kemudian diikuti dengan gangguan pada silia atau rambut halus yang bergerak-gerak untuk mengalirkan lendir keluar sinus. Oleh karena silia terganggu, lendir kemudian menumpuk, menjadi lebih kental, dan kemudian mengundang kuman serta bakteri datang untuk tumbuh dengan subur.

Bila hal ini terus berlangsung, maka akan terjadi hipoksia dan retensi lendir. Tahap selanjutnya adalah perubahan jaringan menjadi hipertrofi, polipoid atau terjadi pembentukan polip dan kista. "Jadi, penyebab sinusitis yang paling utama adalah bakteri dan kuman," katanya. Seseorang dapat mendeteksi sinusitis dari rasa nyeri yang timbul ketika pipi kanan, kiri, atau kedua-duanya, serta wilayah di atas hidung ditekan.

Menurut situs ilmu kedokteran, sinus terbagi atas sinus maksila, etmoid, frontal, serta sfenoid. Dalam hal ini sinus maksila paling sering diderita karena merupakan sinus paranasal terbesar akibat letak ositumnya yang lebih tinggi dari dasar, sehingga aliran pengeluaran hanya tergantung dari gerakan silia. Ostium sinus maksila bentuknya lebih sempit sehingga mudah tersumbat yang kemudian menyebabkan lendir menumpuk. Penyebab terbanyak dari sinusitis jenis ini adalah akibat dari dari akar gigi yang terinfeksi.

Menurut Widayat, penyebab sinus selain bakteri dan kuman, faktor luar juga dapat memicu. Di antaranya seperti alergi, gangguan geligi, serta masuknya benda asing. Tidak hanya itu, sinusitis juga bisa disebabkan oleh lingkungan yang berpolusi serta udara dingin dan kering yang dapat mengakibatkan perubahan pada mukosa serta kerusakan pada silia.

Sinusitis ternyata tidak hanya "menginvasi" rongga hidung dan ruangan-ruangan dalam tulang wajah atau muka di sekitar hidung, tetapi sinusitis dalam tahap yang sudah akut dapat pula menjalar hingga ke telinga. "Sinusitis yang akut malah bisa mengalirkan cairan dari hidung ke telinga, nah jika cairan ini sampai menginfeksi telinga maka bisa terjadi congek," katanya.

Untuk pengobatannya, menurut Widayat, sinusitis tidak bisa ditangani sendiri, harus ditangani dokter. "Yang terbaik adalah segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dengan resep dokter," katanya. Untuk mengobati sinusitis, dokter biasanya memberikan antibiotik dosis penuh untuk 10 hingga 14 hari atau obat dekongestan lokal berupa tetes hidung dengan waktu terbatas 5 hingga 10 hari. Namun, bila pengobatan ini tidak banyak menolong, maka diperlukan pencucian hidung.

Apabila setelah 2-3 kali pencucian, infeksi belum juga sirna, maka mungkin diperlukan tindakan antrostomi intranasal. Antrostomi yaitu membuat hubungan atau lubang di bawah pangkal konka inferior, sehingga ada hubungan langsung antara sinus maksilaris dengan cavum nasi supaya pengaliran lendir atau sekret menjadi lebih baik. Tetapi, bila pengobatan konservatif tidak berhasil juga maka terpaksa dilakukan tindakan radikal berupa operasi Cadwell-Luc. Tindakan operasi sinus ada juga yang dilakukan dengan menggunakan endoskop yang disebut dengan Bedah Sinus Endoskopik Fungsional.

"Tetapi pada prinsipnya lakukan dulu semua pengobatan yang diperlukan, jika tidak sembuh-sembuh maka mau tak mau memang harus dioperasi. Tetapi, sebelum dioperasi perlu diketahui dulu pemicu sinusitis itu apa," tuturnya. Dalam hal ini, pemicu sinusitis perlu diketahui mengingat penyebab sinusitis tidak hanya berasal dari rongga hidung saja.

Widayat menambahkan, meskipun sinusitis sudah dinyatakan sembuh, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk kambuh kembali. Maka dari itu, guna menghindari sinusitis datang sebisa mungkin aliran silia mukosa sinus dijaga agar tidak rusak.

Menurut Widayat kunci terbaik adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Ada baiknya penderita dan mereka yang tidak ingin terkena sinusitis rajin memeriksakan kesehatan gigi, karena salah satu penyebab sinusitis adalah infeksi gigi terutama gigi graham bagian atas. "Disarankan juga setiap kali menderita pilek baik itu yang disebabkan oleh alergi atau sakit, jika sudah mendera lebih dari tiga hari ada baiknya langsung menghubungi dokter," katanya.


sumber by : Nunik Triana, Jurnal Nasional